
Di Indonesia, bentuk badan hukum dapat beragam jenisnya seperti persekutuan, firma hingga perseroan. Salah satu bentuk badan yang paling umum adalah Perseroan Terbatas (PT). Secara hukum, PT merupakan badan hukum yang modalnya terbagi atas saham yakni, kepemilikan atas PT tersebut tidak melekat hanya pada satu pihak, melainkan dapat dimiliki oleh satu atau lebih pemegang saham dengan persentase kepemilikan tertentu.
Sejalan dengan karakteristik tersebut, wajib pajak badan berbentuk PT memiliki kewajiban untuk melampirkan daftar pemegang saham yang memuat informasi mengenai identitas pemegang saham serta besaran kepemilikan pada saat penyampaian SPT Tahunan PPh Badan. Adapun rincian daftar susunan pemegang saham dapat dilihat pada lampiran L-2 SPT Tahunan PPh Badan.
Saat pengisian SPT Tahunan PPh Badan, wajib pajak badan wajib melampirkan data pemegang saham. Adapun informasi rincian daftar pemegang saham dapat dilihat pada lampiran L-2 Bagian A (Daftar Pemegang Saham/Pemilik Modal, dan Jumlah Dividen/Pembagian Laba yang Dibagikan Serta Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris).
Namun, dalam praktiknya, data pemegang saham pada Lampiran L-2 tidak dapat diisi atau ditambahkan secara manual (key-in). Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan keluhan dari wajib pajak yang ingin menambahkan atau memperbarui daftar pemegang saham secara langsung pada lampiran tersebut.
Hal tersebut juga disampaikan oleh salah satu pengguna X yang mengajukan pertanyaan kepada akun X @kring_pajak. "Terkait pengisian SPT Tahunan Badan, apakah pada SPT Tahunan Badan L-2 tidak dapat dilakukan pengeditan? Saat ini kami ingin menambahkan Daftar Pemegang Saham ke lampiran L-2, namun opsi tersebut tidak tersedia.” kutip pertanyaan pengguna pada akun X @kring_pajak.
Menanggapi hal tersebut, Kring Pajak menjelaskan bahwa pengisian data pemegang saham pada Lampiran L-2 tidak dilakukan secara langsung. Data tersebut bersumber dari data Pihak Terkait yang telah terdaftar dalam akun Coretax wajib pajak. Dengan demikian, pembaruan atau penambahan data pemegang saham harus dilakukan melalui mekanisme pembaruan data pada Pihak Terkait terlebih dahulu, yang selanjutnya akan terisi secara otomatis ke dalam Lampiran L-2 Bagian A SPT Tahunan PPh Badan.
Tim Redaksi Ortax telah merangkum beberapa error atau kendala pada saat pengisian Lampiran L-2 SPT Tahunan PPh Badan. Lihat penjelasannya pada artikel berikut ini: Beberapa Kendala Pengisian Lampiran 2 SPT Tahunan PPh Badan dan Solusinya
Penambahan data pemegang saham dapat dilakukan dengan cara menambahkan pihak terkait.
Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami