BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Tax Learning

Cara Menghitung PPh Final Kebijakan II PPS

Dewa Suartama07 January 2022
Ukuran teks
0/0
Calculator Account Office Automation  - estableman / Pixabayestableman / Pixabay

Program Pengungkapan Sukarela (PPS) Kebijakan II dikhususkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Wajib Pajak Orang Pribadi dapat mengungkapkan harta yang diperoleh pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020, dan belum dilaporkan pada SPT Tahunan Tahun Pajak 2020. Berikut merupakan contoh penghitungan PPh Final untuk peserta PPS Kebijakan II.

Sisca merupakan Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki Harta yang belum diungkapkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan orang pribadi Tahun Pajak 2020 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Apartemen yang berlokasi di Selandia Baru, dengan luas 180m2, yang diperoleh pada tahun 2019 dengan harga Rp9.500.000.000. Apartemen tersebut diperoleh melalui Utang kepada Bank dimana sisa pokok Utang pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp7.500.000.000.
  2. Tabungan pada bank di Australia senilai AUD 50.000, dimana sesuai dengan nilai kurs Menteri Keuangan pada tanggal 31 Desember 2020 1 AUD = Rp10.788,81, sehingga nilai tabungan pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp539.440.500.
  3. Tabungan pada bank di Bandung dengan saldo pada akhir tahun 2020 senilai Rp1.000.000.000.

Sisca ingin mengikuti program PPS Kebijakan II, sehingga dalam SPPH, Sisca mengungkapkan Harta bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

No.HartaNilai HartaNilai Utang yang dapat diperhitungkanHarta Bersih (Harta - Utang)
1.ApartemenRp9.500.000.000 (harga perolehan)Rp7.500.000.000Rp2.000.000.000
2.TabunganRp539.440.500 (nilai nominal, Kurs KMK 31 Des 2020)0 Rp539.440.500
3.TabunganRp1.000.000.000 (nilai nominal)0Rp1.000.000.000

Sisca tidak berkomitmen untuk mengalihkan dana pada tabungan di Australia ke Indonesia. Hanya tabungan di Indonesia yang akan diinvestasikan melalui penyertaan modal di industri energi terbarukan. Berikut merupakan penghitungan PPh Final bagi Sisca.

TarifHarta Bersih di dalam NKRIHarta Bersih di luar NKRIBesar PPh Final
12%Tabungan: Rp1.000.000.00012% x Rp1.000.000.000= Rp120.000.000
18%Apartemen: Rp2.000.000.000
Tabungan: Rp539.440.500
18% x Rp Rp2.539.440.500= Rp457.099.290
Total PPh FinalRp577.099.290

Setelah penyampaian SPPH pertama, Radit menyadari bahwa masih terdapat Harta yang belum diungkap berupa emas yang ditempatkan pada safe deposit box pada bank di Bandung, sebanyak 1 kilogram, yang diperoleh pada tahun 2017 dengan harga Rp500.000.000,-

Sisca hanya akan mengungkapkan harta berupa emas tersebut dalam SPPH kedua tanpa menginvestasikannya ke sektor lain. Selain itu, pada SPPH kedua, ia berkomitmen untuk memindahkan tabungan yang ia miliki di Australia ke Indonesia dan menginvestasikannya ke industri energi terbarukan. Berikut merupakan penghitungan PPh Final pada SPPH kedua.

TarifHarta Bersih di dalam NKRIHarta Bersih di luar NKRIBesar PPh Final
12% Tabungan yang diinvestasikan ke industri energi terbarukan: Rp1.000.000.000 Tabungan di Australia yang direpatriasi dan diinvestasikan ke industri energi terbarukan: Rp539.440.500 12% x Rp1.539.440.500= Rp184.732.860
14%Emas: Rp500.000.000 14% x Rp.500.000.000= Rp70.000.000
18% Apartemen: Rp2.000.000.000 18% x Rp2.000.000.000 = Rp360.000.000
Total PPh FinalRp614.732.860

Pada SPPH kedua, total PPh Final yang harus dibayar oleh Sisca adalah Rp614.732.860. Pada SPPH pertama, Sisca telah membayar sebesar Rp577.099.290 , sehingga terdapat PPh Final yang masih harus dibayar sebesar Rp37.633.570.

Topikppsprogram-pengungkapan-sukarelapenghitungan-pps
Penulis
Dewa Suartama
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org