BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Berita Nasional

Ekonomi Tumbuh, Pemerintah Optimis Tembus 6 Persen di 2026

Daffa Yasril Nurmansyah24 February 2026
Ukuran teks
0/0

Kementerian Keuangan melaporkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia tetap terjaga stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11%, yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan, yakni mencapai 6% pada tahun 2026.
Dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Februari 2026, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa arah pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut secara positif pada awal tahun. Hingga kuartal I 2026, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,5%–6%.
"Momentum pertumbuhan ekonomi berlanjut sebesar 5,9% sepanjang 2025 dengan catatan pada kuartal IV mencapai 5,39%. Sementara itu, inflasi terakselerasi dengan level 3,55% di bulan Januari namun bersifat temporal, kondisi ini memberikan landasan kuat bagi pemerintah untuk terus menjaga momentum pertumbuhan," ujar Menkeu (Senin, 23/2/2026).
Namun demikian, defisit APBN tahun 2025 tercatat di angka 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam yang mencatat defisit 3,6% dan Malaysia sebesar 6,41%.
Dari sisi stabilitas harga, tingkat inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55%. Kenaikan ini dinilai bersifat sementara akibat low base effect tahun sebelumnya. Namun, indikator inflasi inti tercatat rendah di level 1,33%. Rendahnya inflasi inti ini memberikan sinyal positif dan membuka ruang bagi pemerintah untuk lebih ekspansif mendorong ekonomi tanpa risiko hyper inflation. "Ini membuka ruang bagi pemerintah untuk lebih ekspansif mendorong ekonomi tanpa risiko inflasi yang berlebihan," terang Menkeu yang akrab disapa Pak Pur.
Dari sisi eksternal, ketahanan ekonomi nasional juga tumbuh solid yakni surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut diikuti dengan nilai cadangan devisa yang tetap memadai senilai 154,6 miliar Dolar Amerika Serikat hingga akhir tahun 2025.
Dengan kondisi makroekonomi tersebut serta pelaksanaan APBN yang efektif, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mengakselerasi aktivitas ekonomi. Harapannya, target pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026 dapat dicapai secara berkelanjutan.

TopikBerita Pajakapbnapbn_kita
Penulis
Daffa Yasril Nurmansyah
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org