BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Tax Learning

Ikuti Langkah-Langkah Berikut Ini untuk Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan!

Dewa Suartama30 August 2024
Ukuran teks
0/0
Architecture Single Family Home  - MichaelGaida / PixabayMichaelGaida / Pixabay

Salah satu pembayaran pajak rutin setiap tahunnya yang dilakukan oleh masyarakat baik Orang Pribadi atau Badan adalah Pajak Bumi dan Bangunan di sektor Pedesaan Perkotaan atau dikenal dengan PBB-P2. Merujuk pada Pasal 38 ayat (1) UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD), pajak tersebut dikenakan atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan.

Cara Menghitung PBB-P2

Untuk menghitung jumlah PBB-P2 terutang, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

Langkah 1. Menentukan NJOP dan NJOPTKP

Dasar pengenaan PBB-P2 adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP merupakan harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Apabila tidak terdapat transaksi jual beli, NJOP dapat ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti.

Besarnya NJOP ditetapkan oleh kepala daerah setiap 3 tahun, kecuali untuk objek pajak tertentu dapat ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan wilayahnya.

Pasal 40 ayat (3) UU HKPD menyebutkan bahwa besarnya NJOP tidak kena pajak (NJOPTKP) ditetapkan paling rendah sebesar Rp10.000.000 untuk setiap wajib pajak. Nilai tersebut diatur kembali dengan dengan peraturan daerah masing-masing.

Langkah 2. Menentukan Dasar Pengenaan Pajak

NJOP yang digunakan untuk perhitungan PBB-P2 ditetapkan paling rendah 20% dan paling tinggi 100% dari NJOP setelah dikurangi NJOPTKP. Besaran persentase dapat ditetapkan oleh masing-masing kepala daerah.

Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 mengatur bahwa penerapan persentase atas kelompok objek PBB-P2 dilakukan dengan mempertimbangkan klasterisasi NJOP dalam satu wilayah kabupaten/kota, kenaikan NJOP hasil penilaian, dan/atau bentuk pemanfaatan objek Pajak.

Untuk menghitung PBB-P2 terutang, NJOP yang digunakan adalah NJOP sesuai keadaan objek PBB-P2 pada tanggal 1 Januari.

Langkah 3. Menghitung PBB-P2 Terutang

Secara umum besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP), atau lebih lengkapnya sebagaimana diuraikan pada rumus di bawah ini.

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)XXXXX
Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP)XXXXX (-)
Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak (NJOPKP)XXXXX
PBB terutang (Tarif x NJOPKP)XXXXX

Untuk tarif PBB-P2, UU HKPD mengatur tarif tertinggi yakni 0,5%. Tarif ini lebih tinggi dari tarif pada UU PDRD yaitu 0,3%. Tarif yang berlaku diatur oleh kepala daerah melalui peraturan daerah.

Contoh

Agar lebih jelas, berikut ini adalah contoh penghitungan PBB-P2:

Wajib pajak A mempunyai objek pajak berupa:

  • Tanah seluas 800 m2 dengan harga jual Rp300.000,00/m2
  • Bangunan seluas 400 m2 dengan nilai jual Rp350.000,00/m2
  • Taman seluas 200 m2 dengan nilai jual Rp50.000,00/m2
  • Pagar sepanjang 120 m dan tinggi rata-rata pagar 1,5 m, dengan nilai jual Rp175.000,00/m2

Tarif yang berlaku di daerah Wajib Pajak A adalah 0,5% dan NJOPTKP sebesar Rp10.000.000..

Besarnya pokok pajak yang terutang adalah sebagai berikut.

NJOP Bumi: 800 m2 x Rp300.000,00/m2= Rp240.000.000
NJOP Bangunan                      
Rumah dan garasi (400 m2 x Rp350.000,00/m2)= Rp140.000.000
Taman (200 m2 x Rp50.000,00/m2)= Rp10.000.000
Pagar ((120 m x 1,5 m) x Rp175.000,00/m2)= Rp31.500.000
NJOP Bumi dan Bangunan= Rp421.500.000
NJOPTKP  = Rp10.000.000
NJOPKP     = Rp411.500.000
PBB terutang (0,5% x NJOPKP)= Rp2.057.500

Topikpbbpbb-p2
Penulis
Dewa Suartama
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org