

Pemerintah telah merilis aturan pelaksana pengenaan pajak atas natura. Pada dasarnya natura/kenikmatan merupakan objek pajak. Namun, untuk natura dengan jenis dan batasan tertentu dikecualikan dari objek pajak penghasilan (PPh), salah satunya pemberian parsel atau bingkisan.
Merujuk Pasal 5 ayat (1) huruf c Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66 Tahun 2023 (PMK 66/2023), pemberian bingkisan atau parsel berupa bahan makanan/minuman, dan makanan/minuman dikecualikan dari pengenaan pajak sepanjang memenuhi batasan tertentu.
Pengenaan pajak untuk parsel/bingkisan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu bingkisan dalam rangka hari raya keagamaan dan bingkisan selain hari raya keagamaan. Bingkisan yang diberikan dalam rangka Hari Raya Idulfitri, Hari Raya Natal, Hari Suci Nyepi, Hari Raya Waisak, atau Tahun Bau Imlek. Pengecualian pajak natura atas bingkisan diberikan sepanjang diterima atau diperoleh seluruh pegawai.
Dalam Lampiran A PMK 66/2023, bingkisan selain dalam rangka hari raya keagamaan dikecualikan dari pajak sepanjang dengan jumlah tidak lebih dari Rp3.000.000 untuk setiap pegawai dalam satu tahun pajak. Jika melebihi batasan, selisih lebih dari nilai bingkisan/parsel merupakan objek PPh.
Selama tahun 2024, PT XYZ memberikan bingkisan kepada Tuan Martin selaku pegawainya dengan perincian pemberian sebagai berikut:
Perlakuan pengenaan PPh atas parsel/bingkisan yang diterima Tuan Martin adalah sebagai berikut:
Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami