BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Berita Nasional

Prabowo Subianto Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen pada 2027

Daffa Yasril Nurmansyah20 May 2026
Ukuran teks
0/0

Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 ditargetkan berada pada kisaran 5,8% hingga 6,5%. Target tersebut tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Rabu (20/05/2026).
"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8%—6,5% pada tahun 2027, menuju pertumbuhan 8% pada 2029," jelas Prabowo.
Adapun target pertumbuhan ekonomi 2027, disebutkan meningkat atau lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 5,4%. Sasaran tersebut didukung oleh sejumlah asumsi makroekonomi, antara lain inflasi sebesar 1,5%—3,5%, nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800—Rp17.500 per dolar AS, serta tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,5%—7,3%.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$70—US$95 per barel, lifting minyak bumi sebesar 602 ribu—615 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi sebesar 934 ribu—977 ribu barel setara minyak per hari.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan bahwa pengelolaan fiskal yang kuat diharapkan mampu menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran pada 2027. Berdasarkan KEM-PPKF tersebut, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun pada kisaran 6,0%—6,5%, lebih rendah dibandingkan target 2026 sebesar 6,5%—7,5%. Sementara itu, tingkat pengangguran ditargetkan turun ke kisaran 4,3%—4,87%, dari target 2026 sebesar 4,44%—4,96%.
Tidak hanya kemiskinan dan pengangguran, pemerintah juga menetapkan sejumlah indikator pembangunan lainnya pada 2027, di antaranya adalah rasio gini sebesar 0,362—0,367, indeks modal manusia sebesar 0,575, indeks kesejahteraan petani sebesar 0,8038, serta proporsi penciptaan lapangan kerja formal sebesar 40,81%.

TopikPajakBerita Pajakapbnapbn_kita
Penulis
Daffa Yasril Nurmansyah
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org