BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Berita Nasional

Ratusan Pegawai DJA Akan Dimutasi ke DJP oleh Purbaya, Ini Alasannya

Medina Kyara Putrifidi31 March 2026
Ukuran teks
0/0

Foto: anggaran.kemenkeu.go.id

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menata ulang alokasi sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Penataan ulang ini berfokus pada rencana pemindahan ratusan pegawai negeri dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Keputusan tersebut diambil karena kebutuhan tenaga kerja di DJP yang tidak merata dan perlunya optimalisasi di berbagai unit kerja di DJP.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa DJP saat ini sedang mengalami kekurangan pegawai, sementara DJA mengalami kelebihan pegawai. "Kan DJP kurang pegawai. Sementara Dirjen Anggaran kelebihan. Daripada saya rekrut orang baru, saya pindahkan sebagian, mungkin 213 orang ke DJP," ujarnya Jumat (27/3/2026).

Efisiensi anggaran merupakan salah satu pertimbangan Menkeu dalam mengambil langkah mutasi lintas direktorat ini. Purbaya menilai bahwa membuka rekrutmen tenaga kerja baru di tengah adanya surplus sumber daya manusia di direktorat lain menjadi pemborosan. "Kan saya menterinya, katanya mungkin mereka maunya rekrut baru, tapi saya pikir demi efisiensi ngapain saya tinggalkan sekitar 100 orang di (Ditjen) Anggaran, terus saya rekrut baru. Kan itu pemborosan. Jadi saya akan buat sesuai efisiensi," ungkapnya.

Menurut Purbaya, dengan memanfaatkan mekanisme perpindahan tugas ini, pemerintah dapat mengoptimalisasi fungsi operasional dan kinerja DJP tanpa harus menambah beban belanja pegawai pada anggaran negara secara signifikan. Mereka dinilai oleh Menkeu telah dibekali pemahaman dasar yang kuat serta pengalaman yang matang dalam mengelola urusan keuangan maupun fiskal negara, sehingga cukup diberikan pelatihan singkat saja terkait perpajakan. "Dan sudah terlatih kan selama ini. Jadi kalau pindah ke sana penyesuaian dirinya juga nggak terlalu banyak. Saya pikir dilatih pajak seminggu dua minggu udah cukup," ungkapnya.

Rencana efisiensi ini tidak berjalan tanpa hambatan. Purbaya secara terbuka mengakui adanya resistensi dari pihak internal DJP yang masih menginginkan rekrutmen pegawai baru. Meskipun begitu, Menkeu menegaskan akan tetap pada pendiriannya dan melanjutkan proses migrasi pegawai karena hal itu merupakan pilihan yang jauh lebih rasional dibandingkan membebani negara dengan perekrutan pegawai baru.

TopikBerita Pajak
Penulis
Medina Kyara Putrifidi
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org