
Foto: Youtube Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas.
Pemerintah mulai mematangkan arah kebijakan pembangunan nasional untuk 2027 dengan menempatkan industrialisasi, produktivitas, dan investasi sebagai instrumen akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Melalui Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,9% hingga 7,5%. Target tersebut merupakan strategi jangka menengah menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029.
Dalam rancangan awal RKP 2027, pemerintah menetapkan delapan sektor prioritas yang diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kedelapan sektor tersebut antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa RKP 2027 akan dijalankan dalam bentuk Program Prioritas Kementerian dan Program Nasional (PKPN) hingga 2029. Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan 60 program prioritas yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian nasional serta mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi. Berikut rinciannya.
Pertama, pemerintah akan menjalankan program PKPN kedaulatan pangan dengan prioritas, yakni:
Kedua, program PKPN dalam sektor kemandirian energi dan air, yakni:
Ketiga, dalam sektor pendidikan, program PKPN terdiri dari:
Keempat, pemerintah akan menjalankan program PKPN kesehatan dengan prioritas, yakni:
Kelima, PKPN pada sektor hilirisasi dan industrialisasi terdiri dari 5 program, yakni:
Keenam, dalam mendukung infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, pemerintah akan menjalankan program PKPN berupa:
Ketujuh, pemerintah akan menjalankan program PKPN ekonomi kerakyatan dan desa dengan fokus prioritas pada percepatan pembangunan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta rekrutmen 80.000 pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kedelapan, pemerintah akan menjalankan program PKPN penurunan kemiskinan dengan bentuk kebijakan PRO-KESRA bantuan sosial terintegrasi dan 10 juta penduduk berusaha/bekerja.
Untuk mendukung pelaksanaan PKPN tersebut, Rachmat juga menjelaskan bahwa pembiayaan pembangunan nasional, ke depannya tidak akan sepenuhnya mengandalkan APBN. Pemerintah akan membuka ruang lebih besar bagi investasi dan pembiayaan non-APBN, termasuk melalui Danantara, sehingga akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara berkelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas fiskal nasional.
Menurut Rachmat, diversifikasi sumber pembiayaan diperlukan untuk memperluas kapasitas pembangunan tanpa meningkatkan tekanan terhadap fiskal negara. “Justru pembiayaan non-APBN termasuk investasi dan Danantara itu juga harus kita dorong secara aktif agar kapasitas pembangunan kita tidak terbatas oleh fiskal semata,” tutup Rachmat.
Sebagai informasi, RKP 2027 akan disajikan dalam bentuk dua buku. Buku pertama berisi PKPN yang merupakan program prioritas serta belanja pemerintah. Sementara itu, buku kedua akan memuat arah pembangunan nasional dan daerah yang memiliki nilai tambah terhadap pencapaian target pembangunan nasional.
Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami