BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Tax Learning

Step by Step Amnesti Pajak

Redaksi Ortax05 August 2016
Ukuran teks
0/0
sanksiSharing Forum : Sanksi Administrasi TA
Kategori Forum : Tax Amnesty
Menu : Kutipan Forum
Link : https://ortax.org/ortax/?mod=forum&page=show&idtopik=64004
Tanggal Forum : 20 Agustus 2016
 
Pertanyaan :
Siang rekan ortax
saya ingin bertanya mengenai sanksi administrasi yang akan dikenakan kepada WP apabila WP tersebut tidak mengikuti TA dan pada akhirnya ditemukan harta yang belum dicantumkan di SPT?
 
Tanggapan Member Ortax :
1.danilecarlo
Bayar netto 90 % x harga harta pada saat di temukan
(ini hitungan matematika saya)
  
2.ford77
kena tarif umum pph rekan.. lalu dikenakan sanksi atau denda sesuai aturan yang berlaku..

Tanggapan Tim Redaksi Ortax :
1.Berdasarkan Pasal 18 ayat (2) dan ayat (4) Undang-Undang Pengampunan Pajak bahwa:
  • Pasal 18 ayat (2)
“Dalam hal:
a.Wajib Pajak tidak menyampaikan Surat Pernyataan sampai dengan periode Pengampunan Pajak berakhir; dan
b.Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan,
atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajakpada saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta dimaksud, paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini mulai berlaku.”
  • Pasal 18 ayat (4)
“Atas tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.”
  
2.Adapun terkait Pasal 18 ayat (4) tersebut di atas  Direktur Jenderal Pajak menerbitkan surat ketetapan pajak kurang bayar yang berlaku sesuai ketentuan Pasal 44 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 118/PMK.03/2016 sebagai berikut:
  1. diterbitkan untuk masa pajak ditemukan adanya data dan/atau informasi mengenai Harta yang belum atau kurang dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir
  2. dalam surat ketetapan pajak kurang bayar tercantum jumlah Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah yang masih harus dibayar
  3. Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar sebagaimana dimaksud pada huruf b dihitung menggunakan tarif sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pajak Penghasilan dan
  4. atas Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar sebagaimana dimaksud pada huruf c dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang dihitung sejak saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta yang belum atau kurang dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir sampai dengan diterbitkannya surat ketetapan pajak kurang bayar.
  
3.Berdasarkan poin 1 di atas dapat disimpulkan bahwa apabila Wajib Pajak tidak mengikuti Tax Amnesty (TA) sampai dengan periode 31 Maret 2017dan kemudian DIrektur Jenderal Pajak menemukan adanya harta yang belum dicantumkan di dalam SPT Tahunan Wajib Pajak paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang Pengampunan Pajak mulai berlaku, maka atas harta tersebut dianggap sebagai tambahan penghasilan yang dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan perpajakan. Selanjutnya, Direktur Jenderal Pajak akan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dengan ketentuan sebagaimana poin 2 di atas. Pembayaran jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam SKPKB dilakukan oleh Wajib Pajak dengan menggunakan Kode Akun Pajak 411129 dan Kode Jenis Setoran 516. Ketentuan ini tidak berlaku bagi Wajib Pajak yang dikecualikan dari Subjek Pengampunan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) Undang-Undang Pengampunan Pajak.
TopikBerita Pajak
Penulis
Redaksi Ortax
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org