BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|ENHubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Tax Learning

Wanita Kawin Memilih Kewajiban Perpajakan Terpisah, Apa Dokumen yang Diperlukan?

Dewa Suartama27 November 2025
Ukuran teks
0/0

Sistem pajak di Indonesia menganut ketentuan bahwa keluarga merupakan satu kesatuan ekonomis, sehingga kewajiban pajak untuk suami-istri umumnya digabung. Namun, wanita kawin diberikan hak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara terpisah meskipun tidak terdapat perjanjian pisah harta, yang dikenal dengan istilah Memilih Terpisah (MT). Lalu, apakah hal-hal yang perlu diperhatikan jika wanita kawin yang ingin menggunakan status MT?

Mengisi Lampiran 4 SPT Tahunan PPh OP

Memilih status MT berarti wanita kawin menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi sendiri. Pada SPT Tahunan PPh Orang Pribadi versi Coretax, wajib pajak dengan status MT harus melakukan penghitungan PPh terutang secara terpisah. Perhitungan disampaikan pada Lampiran L-4 Bagian B. Lampiran ini akan terbuka apabila pada pertanyaan nomor 7 Induk SPT wajib pajak memilih secara manual status “Memilih Terpisah (MT)”.

Penghitungan neto pasangan di dalam lampiran tidak secara otomatis terisi, sehingga perlu dilakukan penghitungan tersendiri berdasarkan data suami-istri. Penghitungan pada L-4 akan menghasilkan nilai PPh terutang proporsional dan otomatis masuk ke Induk SPT masing-masing. Status SPT (Kurang Bayar/Lebih Bayar/Nihil) akan bergantung pada sumber penghasilan, besar penghasilan, kredit pajak, dan kondisi lainnya

Menyiapkan Surat Pernyataan

Secara umum, tidak ada dokumen khusus yang harus di-submit kepada Direktorat Jenderal Pajak saat seorang wanita kawin memilih status MT. Namun, pada Pasal 17 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2025 disebutkan bahwa Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak dapat meminta dokumen berupa surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami. Surat pernyataan hanya diberikan apabila terdapat permintaan dari Dirjen Pajak.

Topikspt-tahunan-pph-op
Penulis
Dewa Suartama
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi Lakukan Penertiban Terhadap 61 Tunggakan Reklame11 September 2026
  • Uji Pasal Kompetensi Kuasa Pajak, MK Minta Pemohon Perjelas Objek Keberatan11 September 2026
  • Izin Praktik Keluar, Konsultan Pajak Punya Waktu 30 Hari untuk Daftar Asosiasi10 September 2026
  • Panduan Registrasi Wajib Pajak GloBe Melalui Coretax DJP10 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org