
Pemerintah kembali menyiapkan insentif untuk menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Insentif akan diberikan melalui Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dengan alokasi anggaran sekitar Rp722 miliar.
Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agustinus Budi Hartono menjelaskan bahwa keterjangkauan harga tiket menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada akhir tahun.
Agustinus memperkirakan besaran PPN DTP yang diberikan akan setara dengan tarif PPN yang berlaku, yakni 11%. “Saat ini, ketentuan teknis mengenai insentif tersebut masih dalam proses penyusunan dan harmonisasi melalui Peraturan Menteri Keuangan,” jelas Agustinus dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan, Sabtu (2/10/2026).
Selain insentif PPN, pemerintah juga tengah mengkaji penyesuaian komponen biaya penerbangan lainnya. Komponen yang tengah dibahas antara lain passenger service charge dan fuel surcharge. Penyesuaian komponen tersebut diharapkan turut menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau selama periode permintaan penerbangan meningkat.
Sejalan dengan kebijakan paket stimulus ekonomi yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah berencana memberikan dukungan terhadap sektor transportasi, termasuk memastikan kebijakan harga tiket diikuti dengan kesiapan operasional maskapai.
“PPN DTP pesawat pada saat libur Nataru akan disiapkan sebesar Rp722 miliar, dengan target 3,7 juta penumpang. Adapun pemerintah juga memberikan tambahan berupa diskon 50% untuk pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau airport tax dan pelayanan jasa pendaratan, penempatan, penyimpanan pesawat udara (PJP4U). Saya berharap seluruh paket stimulus tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya pada kuartal kedua tahun ini,” jelas Airlangga.
Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami